
Secara kepercayaan agama, memang semuanya sudah dijelaskan mendetail. 10 Orang atau kelompok berikut melakukan penelitian kehidupan setelah mati murni dari sisi sainsnya. Apa saja? Baca selengkapnya di sini!
1. Eksperimen EVP (electronic voice phenomena).
EVP atau Electonic Voice Phenomenon adalah peristiwa misterius di mana sebuah suara mampu kita dengar dari sumber yang tidak diketahui, terdengar pada berbagai bentuk rekaman. EVP paling sering tertangkap dalam rekaman suara.
Suara misterius itu tidak terdengar pada saat rekaman; hanya saat rekaman itu diputar ulang, suara-suara itu terdengar. Beberapa orang skeptis mengatakan bahwa itu cuma tafsiran personal dari orang yang terlalu sensitive.
Fakta penting: film White Noise tahun 2005 yang dibintangi Michael Keaton berfokus secara eksklusif pada fenomena EVP, karena karakter utama mencoba untuk menghubungi istrinya yang baru saja meninggal.
2. Eksperimen berat ruh manusia.

Pada tahun 1907 Dr.Duncan MacDougall dari Haverhill,MA menempatkan 6 pasien sakit keras di tempat tidur yang dirancang khusus, yang dibangun dalam skala dan membebani mereka saat mereka menghembuskan nafas terakhir mereka. Berdasarkan hasil percobaan, pasien kehilangan 3/4 ons yang sama dengan 21.3 gram.
MacDougall juga mengukur 15 anjing dalam keadaan yang sama dan melaporkan hasilnya sebagai "negatif " ,tidak ada perubahan berat yang terbaca. Dia mengambil hasil ini sebagai kesimpulan bahwa jiwa manusia memiliki berat dan anjing itu tidak memiliki jiwa. Eksperimen MacDougall dipublikasikan di New York Times dan beberapa jurnal medis.
Fakta menarik: keluhan MacDougall dalam jurnalnya tentang gak bisa menemukan anjing yang sekarat karena penyebab alami, menyebabkan kecurigaan orang-orang bahwa ia meracuni anjing untuk melakukan eksperimennya. Selain itu, percobaan ini mengilhami sebuah film berjudul "21 Grams" yang dibintangi oleh Sean Penn.
3. Eksperimen helm dewa.
Help dewa mengacu pada eksperiment kontrovesional dalam neurotheology( studi korelasi fenomena saraf) oleh Michael Persinger. Helm mobil salju yang dimodifikasi ditempatkan pada kepala subjek, sampai medan magnet mulai merangsang otak. Persinger mengklaim bahwa pengalaman menjelang kematian seperti cahaya terang, kehadiran "Tuhan"dan melihat kerabat yang meninggal akan diciptakan ulang.
Richhard Dawkins, yang terkenal dengan pandangan atheisnya dan kritik keras terhadap agama, secara sukarela bersedia menguji perangkat Persinger. Setelah itu, ia mengaku di BBC bahwa ia sangat kecewa karena ia tidak mengalami hubungan dengan alam semesta atau beberapa sensasi spiritual lainnya. Perlu juga diperhatikan bahwa helm tersebut juga diuji oleh seseorang yang sebelumnya mengalami pengalaman menjelang kematian dan hasilnya gagal menduplikat sensasi yang sama.
Fakta menarik: Persinger mengklaim bahwa setidaknya 80% partisipannya mengalami kehadiran di samping mereka di ruangan itu, yang mereka katakan bentuknya beragam. Ada yang terasa seperti Tuhan atau seseorang yang mereka kenal yang telah meninggal dunia.
4. Eksperimen Philip
Experimen Philip dilakukann pada awal tahun 1970 oleh The Toronto Society of Psychical Research. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk orang yang benar-benar berkonsentrasi. Mereka menamainya dengan hantu Philip dan memberi hantu itu kepribadian dan latar belakang yang lengkap, bahkan menggambarkan potret untuk membuatnya tampak lebih nyata.
Ke-8 anggota dalam kelompok tersebut juga menghafalkan biografi fiktif dan mempelajari periode di mana Philip seharusnya tinggal. Séance tidak membuktikannya selama berbulan-bulan sampai 1973, ketika Philip mulai berkomunikasi. Pada bulan-bulan berikutnya, kelompok tersebut menemukan bahwa ketika mereka mengajukan pertanyaan dan menggunakan satu ketukan sebagai ''ya'' dan 2 ketukan sebagai ''tidak'', mereka benar-benar bisa melakukan percakapan dengan hantu mereka.
Fakta menarik: percobaan berakhir aneh ketika salah satu anggota kelompok tersebut mematahkan barisan dan menyanggah denan keras jawaban Phillip bahwa ''kami lah yabg membuatmu bangun, kamu tahu.'' Semua komunikasi akhirnya berhenti. Begitu menyangkal keberadaan Phillip, dia tidak pernah muncul lagi.
5. Para pemburu hantu.

Ghost Hunter adalah serial televisi yang memulai debutnya pada tahun 2004. Sebuah tim penyelidik melakukan perjalanan ke lokasi yang kabarnya dihantui. Untuk menemukan hantu, tim telah bereksperimen dengan penghitung Geiger, pemindai EMF (medan elektromagnetik), kamera pengintai inframerah dan malam, handy cam, perekam audi digital dan laptop. Pemburu hantu mengklaim memiliki beberapa rekaman bagus dari kabut aneh, cahaya aneh, benda bergerak dan bayangan yang nyata, sebelum semuanya menghilang dengan cepat.
Fakta menarik: kritik dan skeptisme terhadap program ini menunjukan kurangnua metodologi ilmiah dan observasi kristis dalam penyelidikan mereka> Selain itu ada aspek produksi yang patut dipertanyakan, termasuk pengeditan.
6. Eksperimen kode rahasia Harry Houdini.
Pelatihan Houdini dalam sulap memungkinkannya untuk mengekspos banyak media, yang melakukan banyak kecurangan, yang berhasil membodohi banyak ilmuan dan akademisi. Khawatir bahwa para spiritualis akan mengeksploitasi warisannya dengan berpura-pura menghubunginya setelah kematiannya, Houdini meninggalkan istrinya sebuah kode rahasia. Sepuluh kata dipilih secara acak dari sepucuk surat yang ditulis oleh Conan Doyle, yang akan dia gunakan untuk menghubunginya dari alam baka.
Setelah kematian Houdini pada tanggal 32 Oktober 1926, seorang teman Doyle, Pendeta Arthur Ford mengaku telah menghubungi Houdini dan ibunya yang telah meninggal melalui panduan rohnya. Ford menyatakan bahwa pesan yang diterima ada dalam kode yang telah diatur sebelumnya, yang dikerjakan oleh Houdini dan istrinya sebelum kematian Houdini.
Namun, kebanyakan orang percaya bahwa Ford bersekongkol dengan Doyle dan juga berbicara dengan istri Houdini (yang sedang sakit dan melakukan pengobatan sendiri dengan alkohol) untuk berkonspirasi. Ada dugaan istrin Houdini dipaksa membantunya dalam menciptakan kesan bahwa dia telah menghubungi roh Houdini.
Fakta menarik: istri Houdini Bess menggelar sommances tahunan di Halloween selama 10 tahun setelah kematian Houdini, tapi Houdini tidak pernah muncul.
7. Eksperimen kehidupan setelah mati.

Gary Schwartz, seorang profesor psikologi di University of Arizona menulis sebuah buku pada tahun 2002 berjudul '' The Afterlife Experiments''. Dalam percobaan, dia menggunakan medium tertentu dan pengasuh khusus ( seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan orang-orang yang sekarang sudah meninggal) untuk menyelidiki apakah ada kehidupan setelah kematian atau tidak. Medium secara konsisten menemukan fakta dan nama spesifik tentang pengasuh yang meninggalkan teman dan kerabatnya. Sehingga ini tidak akan bisa dibantah oleh orang skeptis.
Hasil penelitian pertama berkisar antara 77% sampai 95% akurat. Tingkat keberhasilan rata-rata adalah 83%. Hit rate untuk pengasuh kedua sama dengan pengasuh pertama. Untuk menyingkirkan dugaan beruntung, dia membentuk kelompok normal berisi 68 siswa dari University of Arizona. Tingkat hit kelompok tersebut hanya 36%
Fakta menarik: bila laju hit medium 83% dibandingkan dengan 36% kelompok normal, Scwatz mengklaim bahwa probabilitas statistik perbedaan kelompok normal terjadi secara kebetulan adalah 1 dari 10 juta.
8. Eksperimen Sir William Crookes.

Sir William Crookes adalah seorang ahli kimia dan fisikawan Inggris dan lulusan Royal College of Chemistry di London. Salah satu prestasi Crooks adalah "Crookes Tube"yang mengarah pada penemuan sinar katoda, sinar-x dan elektron. Crookes telah mengembangkan minat terhadap spiritualisme sejak kematian adik laki-lakinya yang terlalu dini pada tahun 1867 pada usia 21.
Pada tahun 1870, Crookes memutuskan bahwa sains memiliki jalur untuk berksperimen dengan fenomena yang terkait dengan Spiritualisme. Di antara fenomena yang menurutnya ia saksikan langsung adalah pergerakan tubuh dari kejauhan, perubahan bobot tubuh, levitasi,penampakan benda bercahaya, tampilan figur bayangan dan tampilan tulisan tanpa keberadaan manusia. Laporannya pada penelitian ini di tahun 1874, menyimpulkan bahwa fenomena ini belum dapat dijelaskan, sehingga penelitian lebih lanjut akan sangat membantu.
Fakta menarik: sebagian besar ilmuwan yakin bahwa Spiritualisme tidak benar, dan laporan terakhir Crookes begituh memarah pendirian ilmiah bahwa ada perbincaraan tentang mencabutnya dari Fellowship of the Royal Society-nya.
9. Eksperimen reinkarnasi.
Psikolog Australia Peter Ramster membuat sebuah film dokumenter pada tahu 1983 yang berjudul "Percobaan Reinkarnasi". Selama eksperimen, dia menemukan bukti yang sangat meyakinkan tentang kehidupan masa lalu.
Salah satu individu yang ditampilkan dalam film tersebut mengingat sebuah kehidupan selama Rovolusi Perancis. Ketika sedang dalam perjalanan, dai berbicara dalam bahasa Prancis tanpa ada aksen sedikitpun. Ia mengerti dan menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya dalam bahasa Pramcis dan mengetahui nama-nama jalan tang telah berubah dan hanya bisa ditemukan dipeta lama.
Fakta menarik: Jendral George S. Patton adalah orang yang sangat tertarik pada reinkarnasi dan sering mengklaim telah melihat nenek moyang yang hidup di masa lalu, serta percaya bahwa dia adalah renkarnasi Jendral Carthaginian Hannibal.
10. Eksperimen Scole

Pada tahun 1993, 4 peneliti psikis dan pengamat memulai serangkaian eksperimen di desa Norfolk Scole. Selama 5 tahun, lebih dari 500 percobaan dilakukan. Selama eksperimen, banyak fenomena aneh terjadi diruangan. Semua pesan direkam dalam kaset audio. Percobaann diulang di Amerika Serikat, Irlandia dan Spanyol. Di Amerika Serikat, ilmuwan dari NASA, Institute of Noetic Sciences dan University of Stanford juga ikut ambil bagian.
Fakta menarik: James Webster, seorang pesulap profesional dengan pengalaman 40 tahun menyelidiki fenomena paranormal sampai pada kesimpulan berikut: "Saya tidak bisa menemukan tanda-tanda kecurangan atau dibuat-buat, dan menurut saya kecurangan itu tidak mungkin terjadi jika kejadiannya seperti itu".
Eksperimen mana yang menurutmu paling unik atau paling aneh? Ingat bahwa pembahasan kehidupan setelah mati yang dilakukann orang-orang ini mengesampingkan pemahaman agama. Jadi ya, memang sifat penelitian mereka yang tidak mengambil referensi dari ajaran agama.




