AS Kembalikan Tiga Lonceng Bersejarah ke Pemerintah Filipina



Tiga lonceng gereja yang disita oleh tentara Amerika Serikat sebagai rampasan perang lebih dari seabad yang lalu, diperkirakan akan memulai perjalanan mereka kembali ke Filipina.

Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez, mengatakan bahwa sebuah upacara militer dijadwalkan berlangsung 14 November mendatang di negara bagian Wyoming.

"Kami akan memiliki rilis resmi setelah agenda formal itu," katanya kepada jaringan televisi Manila, GMA News.

Mattis memberi tahu Kongres AS pada bulan Agustus tentang rencana Kementerian Pertahanan untuk mengembalikan tiga buah lonceng bersejarah Filipina.

Juru bicara kepresidenan Filipina, Savador Panelo, mengatakan pemerintah menyambut setiap inisiatif pengembalian ketiga lonceng  tersebut,yang di ambil dari kota Balangiga di Provinsi Samar bagian timur, pada 1091 saat awal kolonisaasi AS.

Namun dia mencatat bahwa sampai loneng diserahkan kepada pemerintahan Fillipina, pemerintah tidak akan berkomentar banyak.



Tekanan Politik Bertahun-Tahun

Rodrigo Duterte

Setelah melalui tekanan politik bertahun-tahun, Amerika Serikat akhitnya mengalah untuk memulangkan tiga lonceng gereja ke Filipina.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis telah menyampaikan kepada Kongres bahwa kementeriannya berencana mengembalikan "Lonceng Balingiga" tersebut.

Terlepas dari hubungan akrab dari aliansi militer kuat selama puluhan tahun antara AS dann Filipina, namun masih saja terselip beberapa persoalan yang kerap mengganggu keharmonisan kedua negara.

Adapun desakan untuk memulangkan "Loncen Balangiga" tekah diajukan sejak hampir dua dekade lalu, dan kian diperpanas oleh seruan bernada sindiran yang disampaikan oleh Presiden Rodrigo Dterte.

Dua diantara tiga lonceng itu berada di Pangkalan Angkatan Udara AS di negara bagian Wyoming, dan sisa satunya menjadi bagian dari kolek si museum nasional Negeri Paman Sam.