:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2518418/original/026515800_1544266931-IMG-20181208-WA0082.jpg)
Juru Bicara Badan Pemenganan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ferry Julianto menilai, terulangnya kasus e-KTP tercecer di sejumlah wilayah di Indonesia merupakan bentuk kesenjangan. Ferry curiga, ini merupakan hal terencana kelompok tertentu untuk Pemilu 2019.
"Kasus e-KTP tercecer terulang beberapa kali. Kalau sekali alasan human error masuk akal, kalau terus terjadi berulang kali, ini kesengajaan. Ada agenda setting kelompok tertentu untuk Pemilu 2019," kata Ferry lewat keterangannya, Sabtu (15/12).
Ferry berkaca dari salah satu pemilik e-KTP yang tercecer di daerah Jakarta TImur bernama Dewi Andini Putri. Bahwa sejak 2016, Dewi mengaku memegang e-KTP dan tidak pernah hilang atau dibuang. Masalahnya, e-KTP yang terceceer serupa dengan yang dia pegang. Baik foto dan alamat. Hanya cetakannya saja yang berbeda yaitu tahun 2013.
Ferry mengatakan, fakta-fakta dan temuan dilapangan tersebut menunjukkan bagaimana bobroknya birokrasi Kementerian Dalam Negeri dalam mengurus data kependudukan. Menurutnya, bobroknya birokrasi itu seolah disengaja untuk membuka ruang bagi petahana 'mengamankan' Pemilu 2019.
"Bobroknya birokrasi Kemendagri seperti disengaja untuk memenangkan petahana di pencoblosannya 17 April nanti. Meskipun selalu dibantah dengan alasan kecolongan atau apapun, namun tidak menutup kemungkinan ada agenda terselubung dalam rentetan kasus e-KTP untuk mengamankan Pemilu 2019 nanti," tegas Ferry.
Politikus Partai Gerindra itu mengimbau semua pihak bersama-sama mengawaasi jalannya Pemilu 2019 supaya bersih, jujur, adil dan jauh dari kecurangan.
"Jika kasus tercemarnya e-KTP dan masalah DPT tidak diselesaikan segera, hampir dipastikan, Pemilu 2019 tidak akan berjalan dengan bersih, jujur dan adil," ucap Ferry.
Kegagalan Sistematis
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2518444/original/071421600_1544271285-IMG-20181208-WA0083.jpg)
Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritisi permasalahan tercecernya e-KTP yang beberapa kali terjadi belakangan. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut masalah ini mesti diperhatikan secara serius.
"Ini kejadian luar biasa dan perlu mendapatkan perhatian serius. Kejadian yang berulang-ulang menunjukkan bahwa ada kegagalan sistematis dalam mengelola masalah KTP-el ini," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (14/12/2018).
Mardani meminta kasus e-KTP tercecer tersebut dicermati secara menyeluruh. Apalagi jika masalah itu dianggap terkait 31 juta data Dukcapil yang belum masuk daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Sebelum adda audit susah mebuktikan. Termasuk susah menolaknya. Karena itu perlu audit total dalam masalah ini. Keengganan pemerintah melaksak audit perlu dipertanyakan,"ujar Mardani.
Dia menambahkan,motif persoalan ini bisa diketahui setelah audit total. Hasil juga harus diumumkan secara transparan dan akuntabel kepada publik. Apalagi, Mardani mengingatkan ada kasus e-KTP bisa diperjualbelikan di pasar.
"Ini merupakan pelecehan pada hukum dan aturan kita,"ucapnya




