22-2-2011: Jerit Histeris Warga Saat Gempa Porak Poranda Satu Kota di Selandia Baru

Gempa magnitudo 6,3 mengguncang Christchurch, Selandia Baru pada 22 Januari 2011

Gempa magnitudo 6,3 mengguncang Christchurch, Selandia Baru pada 22 Januari 2011 pukul 12.51 waktu setempat. Tepat pada jam makan siang , dimana kebanyakan warga sedang berada di jalan kota saat itu.

Meski tak sekuat lindu berkekuatan 7,1 yang mengguncang pada 4 Septermber 2010, gempa kalia itu terjadi pada garis patahan dangkal di daratan yang berada dekat dengan kota. Kedalamannya hanya 5 kilometer, sehingga guncangannya pun sangat merusak.

Lebih dari 130 orang tewas akibat runtuhnya gedung Caterbury Television dan Pyne Gould Corporation. Puing dan bata yang berjatuhan menewaskan 11 orang yang berada di dekatnya.

Teriakan histeris juga terdengar dari reruntuhan bangunan. ejabat mengatakan teriakan itu milik sekitar 3- orang yang terperangkap digedung Pyne Gould Guinness yang telah hancur.

Sementara delapan manusia lain meninggal dunia ketika tembok yang runtuh menimpa dua bus yang sedang melaju.

Helikopter pembawa air segera diterjunkan. Mereka mengguyur api dengan air dari dekat atap sebuah rumah, sebagian dikutip dari BBC News.

Tebing batu juga ambrol di area Summer dan Redcliffs, batu-batu besar berjatuhan di Port Hills, lima orang terbunuh karenanya. Total korban gempa dilaporkan mencapai 185 orang.

Gempa juga merubuhkan sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa pada September 2010, terutama gedung-gedung tua. Sejumlah bangunan warisan bersejarah mengalami kerusakan parah, termasuk Provincial Council Chambers, Lyttelton's Timeball Station, Anglican Christchurch Catherdral dan Catholic Catherdral of the Blessed Sacrament.

Seperti dikutip dari nzhistory.govt.nz, lebih dari setengah bangunan di kawasan pusat bisanis di Christchurch Selandia Baru rusak, termasuk bangunan tertinggi di kota tersebut, Hotel Grand Chancellor.

Situasi kacau pasca-gempa, para penyitas yang syok terlihat lalu lalang dijalan penuh puing. Mereka mondar-mandir melintasi jalanan retak yang terbuka saat tanah dibawahnya longsor akibat gempa.

Di waktu yang sama, gempa juga menyebabkan pecahnya pipa air di jalanan bagian timur laut Bexley, daerah suburban tepi barat Sungai Avon, Selandia Baru. Bertepatan dengan hujan, sontak terjadilah banjir di lokasi tersebut.

Kesaksian Korban Selamat

Seorang warga bernama Rhys Taylor selamat dari kejadian nahas dan berhasil mengambil video di Oxford Terrace. Lokasi itu berada dekat dengan tempat kejadian, tepatnya 50 meter dari rumah sakit utama kota.

"Mobil digunakan untuk ambulans, mengangkut yang terluka,'' kata Taylor memberi kesaksian.

Tidak seberuntung Rhys Taylor, Anne Voss tak bisa bergerak. Ia terperangkap di bawah meja di dalam sebuah gedung.Tanpa berpikir panjang, ia menghubungi Saluran Tujuh Australia melalui telephone genggamnya. Beruntung, panggilan itu diangkat.

Voss menuturkan keadaannya kepada penerima panggilan.

Ia sebut dirinya sudah tidak lagi tahan, ia ingin segera keluar. Selain gelap, ia merasa tanah di bawahnya telah basah oleh darah. Darah itu keluar dari tubuhnya. Ia benar-benar merasakan penderitaan.

"Dan ini mengerikan!," kata Voss sambil merenggang kesakitan, mengiba untuk sebuah pertolongan.

Pelajar Jepang Turut Jadi Korban

Tidak hanya warga lokal, belasan pelajar asal Jepang turut dilaporkan hilang. Ternyata, mereka terjebak di dalam puing-puing bangunan.

Saksi mata lari berdatangan, membantu dengan tangan kosong mencoba membebaskan. Tampak beberapa orang menyusul, membawa tantu. Dengan sigap, tandu digunakan untuk mengangkat korban. Miris, alat pengangkut itu tampak seperti terendam darah.

sebagian pelajar Jepang berhasil keluar dengan merangkak. Beberapa yang lain diselamatkan dengan tali yang diturunkan dari menara sebuah bangunan.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi tempat evakuasi pelajar Jepang, gempa menyebabkan 30 juta ton massa es bergeser dari gletser terbesar di Selandia Baru. Sebuah gunung es raksasa terbentuk saat Gletser Tasman di Taman Nasional Aorak pecah, melemparkan es dari danau yang beku.

Wali Kota Bob Parker segera memberikan tanggapan atas bencana luar biasa yang terjadi.

"Ini adalah korban yang sangat mengerikan dikota kami," katanya.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri John Key turut berbicara. Ia sebut tragedi itu sebagai ''kehancuran total," sambil mengajak orang-orangnya bekerja cepat, demi menemukan lebih bbanyak korban selamat.

Sementara itu, pada tanggal yang sama para tahun 1825, Rusia dan Inggris menetapkan batas Alaska dan Kanada. Masih ditanggal yang sama, pada tahun 1967, sejumlah 25.000 tentara AS dan Vietnam Selatan meluncur operasi melawan Viet Cong. Operasi militer itu disebut sebagai serangan terbesar sejak Perang Dunia II.