:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2514400/original/014338600_1543878323-PUBG-Mobile-update.jpg)
PUBG Mobile tidak hanya jadi game yang paling populer di dunia. Namun, PUBG Mobile juga menjadi game yang paling laris di dunia.
Hal ini berdasarkan jumlah pendapatan yang diterima PUBG Mobile. Mengutip The Verge, game dari publisher Tencent ini mengumpulkan USD 146 juta (Rp 2 triliun) pada bulan lalu.
Demikian menurut analis, sebagaimana dilaporkan The Financial Times. PUBG Mobile dimainkan oleh lebih dari 100 juta orang perbulannya.
Pendapatan ini tidak hanya berasal dari item skin yang dibeli oleh para pemain PUBG Mobile, tetapi juga dari uang yang dikumpulkan oleh game yang sama di Tiongkok. Di Tiongkok, game PUBG Mobile terbit dengan nama Game For Peace.
Menurut perkiraan broker China Great Wall Securities, PUBG Mobile menghasilkan USD 76 juta. Sementara, Game For Peace menghasilkan USD 70 juta pada bulan lalu.
Game For Peace
Sekedar informasi, Game For Peace diterbitkan di Tiongkok oleh Tencent pada bulan llau, setelah pemerintah Tiongkok menolak monetisasi PUBG Mobile.
Game For Peace sebenarnya merupakan versi PUBG Mobile yang tampilannya dimodifikasi menjadi lebih patriotis dan minim adegan-adegan berdarah.
Alih-alih mengalami pendarahan saat harus berakhir di game, para pemain di Game For Peace akan mengacungkan tangan tanda perpisahan dari permainan.
Perubahan ini menggambarkan kesulitan yang dihadapi Tencent dan perusahaan game serupa di Tiongkok. Pasalnya, pemerintah negara tersebut menindak berbagai judul game yang dianggap anti-sosial dan mengandung unsur kekerasan.
Februari lalu, pemerintah Tiongkok berhenti memberi persetujuan lisensi baru untuk video game. Sementara, game yang sudah ada dibatasi.
Pembatasan Game Mobile di Tiongkok
Pada 2017 misalnya, game MOBA populer milik Tencent Honor of Kings dibatasi bagi anak-anak yang usianya dibawah 12 tahun menjadi maksimal satu jam per harinya.
Sementara mereka yang berusia 12-18 tahun dibatasi waktu permainannya maksimal 2 jam.
Para analis khawatir bahwa pembatasan ini akan menurunkan pendapatan perusahaan-perusahaan game seperti Tencent, terutama untuk game Game For Peace.
Alih-alih pendapatannya diprediksi berkurng, Game For Peace membukukan pendapatan cukup banyak.
Bahkan, dengan kombinasi pendapatan di dua judul game yakni PUBG Mobile dan Game for Peace, pendapatan total PUBG Mobile telah melampaui Honor of Kings yang ''hanya'' USD 125 juta.




