:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815273/original/071936800_1558755958-20190525-Pesona-Keindahan-Pantai-Laut-Baltik-di-Polandia4.jpg)
Hari ini, pada 1875, seseorang bernama Kapten Matthew Webb dari Inggris berhasil menjadi orang pertama yang berenang melewati Selat Inggris tanpa bantuan.
Setelahnya, Matthew menjadi sangat terkenal karena kelincahannya di dalam air serta keberaniannya menantang resiko.
Dilansir dari History.com, Matthew diketahui dilahirkan di Shropshire pada 18 Januari 1948. Sejak kecil ia memang memiliki hobi berenang sendiri, selain itu juga gemar berenang di alam terbuka seperti di Sungai Severn, Coalbrookdale.
Pada umurnya yang ke-12, Matthew mendaftarkan dirinya menjadi pelaut pedagang dan berhasil dinobatkan sebagai Kapten Emerald. Namun, pria ini memiliki reputasi yang kurang baik karena keceroboannya, dan sering kali kesulitan untuk meyakinkan atasannya bahwa ia berkompeten.
Pada Agustus 1872, ia menjadi pahlawan di Inggris ketika berada di kapal, ia terjun ke Atlantik untuk menyelamatkan rekannya yang jatuh ke laut.
Meskipun rekannya itu tenggelam, Matthew berhasil membawanya kembali tanpa cedera selama 35 menit dan dihargai dengan medali keberanian untuk usahanya. Dia kemudian memulai karir sebagai perenang jarak jauh profesional, dan berani mengambil risiko besar untuk menambah ketenaran dan kekayaannya.
Berhasil Menjadi Yang Pertama Berenang Menyusuri Selat Inggris
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2848566/original/000034100_1562666622-20190709-Asyiknya-Warga-Iran-Menikmati-Laut-Kaspia6.jpg)
Sebelumnya ia mendengar kabar bahwa J.B Johnson gagal untuk berenang di Selat Inggris pada 1873, setelahnya ia justru bertekad unutk menjadikan diri sebagai orang pertama yang berhasil berenang di Selat Inggris.
Dia melakukan upaya pertamanya pada 12 Agustus 1875, tetapi terhalang oleh angin kencang dan kondisi buruk. Tidak terpengaruh, dia mencoba lagi kurang dari dua minggu kemudian.
Ia mengawali tantangan ini dengan melumuri badannya dengan minyak popoise agar tetap hangat, lalu ia memulai berenang menyusuri Selat Inggris. Matthew dibuntuti oleh tiga armada kapal, memasuki air dekat Dermaga Admiralty Dover. Meskipun dia sempat disengat ubur-ubur tapi diabisa bertahan, setelah delapan jam dalam usahanya, dia sedikit menenagkan diri dengan seteguk alkohol untuk menghangat kan badannya.
Dia berenang ke arus deras menuju Cape Gris-Nez, yang sekarang sering digunakan sebagai titik awal untuk berenang Channel. Akhirnya, setelah 21 jam dan 45 menit berenang melawan arus — setara dengan 39 mil — dia menyebrang ke pantai di Calais pukul 10:40 pagi, ia berhasil dan prestasinya dirayakan di seluruh dunia.
Menemui Ajal Karena Aksinya Sendiri
Pada 24 Juli 1883, Matthew kembali melakukan aksi penuh resikonya, namun hal ini adalah yang terakhir, karena nyatanya ia harus mereggang nyawa karena aksi tersebut.
Ia berenang melintasi Sungai Niagara, hilir dari Air Terjun Niagara. Banyak yang memperingatkannya bahwa aksi itu sama saja dengan bunuh diri, namun Matthew tak menggubris peringkat tersebut.
Matthew akhirnya tenggelam di pusaran air sekitar 10 menit setelah memasuki air. Jasadnya ditemukan empat hari kemudian.




