:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2404947/original/038777700_1541831988-jokowi_6.jpg)
Presiden Jokowi menyinggung soal adanya pihak yang berupaya menakut-nakuti rakyat. Jokowi mengatakan, seharusnya pihak tersebut menakut-nakuti negara lain bukan justru rakyatnya sendiri.
"Sangat penting sekali untuk kita ditakuti negara lain. Jangan malah menakut-nakuti bangsanya sendiri. Jangan nakut-nakuti masyarakat, nakut-nakuti bangsa lain," kata Jokowi saat berdialog dengan pelaku industri kreatif Simpul Space Bandung Creative City Forum (BCCF), Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 10 November 2018.
Pernyataan Jokowi bermula saat mendorong starup berbasis teknologi nasional melakukan ekspansi keluar negeri. Jokowi menginginkan perusahaan lain mengikuti jejak GO-JEK untuk mengekspansi ke pasar internasional.
"GO-JEK mulai intervensi ke Vietnam, akan ke Filipina dan Singapura. Saya kira hal-hal seperti ini yang kita senang. Teknologu kita sudah masuk ke negara-negara lain. Mereka pun juga sudah takut dengan ini yang namanya GO-JEK," katanya.
Politikus Genderuwo
Beberapa waktu lalu, Jokowi menyindir politikus genduruwo. Menurut Jokowi, politikus genduruwo adalah politikus yang menggunakan propaganda tak sehat untuk menakut-nakuti masyarakat.
"Politikus genderuwo itu cara propaganda politik, menakut-nakuti rakyat, menimbulkan pikiran dan ujungnya ketidakpastian," kata Jokowi usai Peresmian Ruas Tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV di Jawa Tengah, Jumat 9 November 2018.




