(REVIEW) Rage in Peace

Rage in Peace

Publisher game Indie tanah air, Toge Productions kembali mengeluarkan game baru bertajuk Rage in Peace. Game yang punya desain dua dimensi yang cukup imut ini merupakan platformer yang penuh kejutan. Diisi oleh deretan scoring dari grup musik indie tanah air, Rage in Peace menyediakan balutan game ringan yang penuh warna. Di dalam game ini lo akan mati terus-terusan dan bukannya membatasi durasi main dari sisa nyawa, lo akan dinilai ddari seberapa banyak kematian yang lo dapat di game ini.

Apa alasan yang membuat Rage in Peace jadi salahh satu game dalam negeri yang layak lo beli dan mainkan? Simak ulasan berikut ini!



Penuh kejutan dan bikin lo kesel sendiri

Rage in Peace

Sekilas, game ini mirip Cat mario dan sejenisnya dimana lo akan menemui kejutan sebagai rintangan dari game ini. Lo enggak akan dengan mudah membaca arah rintangan pada perjalanan yang akan lo tempun. Kadang, lo harus curiga apakah pohok di depan kita akan tumbang dan menimpa lo sendiri? Setiap rintangan enggak aka nrepetitif sehingga lo harus curiga setiap saat.

Frekuensi rintangan sangat rapat sehingga lo akan menemui banyak kematian konyol yang bikin lo  kesel sendiri. Rintangan yang beragam bikin lo enggak mudah bosan. Tambahan karakter yang mirip boss dan mekanisme unik di beberapa kesempatan juga akan bikin lo menghadapi perjalanan yang sangat menantang. Buat lo yang pingin game ini jadi lebih mudah dengan mengurangi rintangan, lo bisa memilih mode Goldfish.


Jalan cerita yang enggak biasa dan sangat menyentuh

Rage in Peace


Di game ini, lo akam main sebagai Timmy Malinu, karakter yang digambarkan memiliki kepala marshmallow dan mengeluarkan darah (atau mungkin cairan strawberry) dari celah matanya. Timmy hanya punya mimpi untuk bisa tidur dan mati mengenakan piyama. Setelah Grim Reaper memberitakan kalau ia akan mati hari ini, Timmy bergegas pulang pulang kerumahnya.

Berangkat dari seting cerita dan simbolisasi yang cukup ngena, game ini bukin lo bisa menikmati sentuhan lain. Kegusaran Timmy berhubungan dengan hidup banyak orang dan bisa jadi lo juga termasuk ke dalamnya. Dengan mengambil beberapa karakter yang umum muncul di game platformer dan berangkat dari nuansa yang dekat dengan realisme, game ini jadi alternatif buat lo yang bosan sama game yang repetifif.

Scoring dari grup musik favorit lo

Beberapa deretan grup musik Tanah Air seperti L'Alphalpha, Sajama Cut, Ikkubaru, Marsh Kids,dan Monkey Melody jadi pengisi latar musik di game ini. Beberapa cinematic  yang ada di game ini meneruskan jalan cerita. Tambahan nuansa dari latar musik dari deretan nama beken di skena indie tersebut bikin game ini mudah dinikmati.

Saat dibuat kesal dan capek menghadapi rintangan-rintangan penuh kejutan di setiap level game ini, lo akan dihadiahi pembawaan cerita yang akan bikin lo manggut-manggut. Untuk sekelas game dalam negeri, Rage in Peace ditulis dengan bahasa Inggris yang sangat  rapi dan segmentasi scoring juga punya ketepatan yang baik untuk masuk di bagian ceritanya. Lo akan memahami Rage in Peace ketika menyelesaikan babak akhir game ini akan bikin lo sangat tersentuh.


Rage in Peace telah dirilis untuk konsol Nintendo Switch dan platform Steam untuk pC pada 8 November lalu. Buat lo yang pingin merasakan sentuhan baru, lo harus main Rage in Peace dan mengikuti jalan cerita Timmy Malinu yang sangat menyentuh. Game ini punya durasi main yang cukup dan enggak akan bikin lo cepat bosan. Ingat untuk ganti ke mode Goldfish kalau lo udah enggak kuat terkena jebakan di game ini!

Apakah lo sempat memainkan game ini? Jangan ragu memberikan pengalaman dan pendapat lo tentang game ini di kolom komentar ya!