
Banyaknya raksasa teknologi yang berlomba-lomba menciptakan inovasi membuat Microsoft juga tidak ingin kalah. Kalau perusahaan teknologi lain fokus pada performa produk, laih halnya dengan Microsoft yang berusaha memberikan akses yang lebih baik bagi disabilitas.
Contoh nyatanya. Xbox Adaptive Controller yang dirilis tahun kemarin, membantu orang-orang yangdisabilitas dalam bermain game.
Yang terbaru, perusahaan ini dikabarkan bakal mengenalkan pembacaan kode braille pada kontroler Xboxnya, seperti yang dilansir dari Ubergizmo.
Microsoft menguumkan kalau tahun kedua, perusahaan bakal menginvestigasikan USD 25 juta atau sekitar Rp 361 miliar (Kurs 1 Dollar = Rp 14.465) untuk Artificial Intelligence (AI) yang bisa memudahkan para disabilitas menggunakan teknologi.
Secara keseluruhan, ada tujuh pihak yang bakal menerima investasi Microsoft ini, yaitu University of California di Berkeley, Massachusetta Eye and Ear dari Harvard Medical School, Voiceitt in Israel, Birmingham City University di Britania Raya; University of Sydney di Australia, Pison Technology of Boston, dan Out Ability, di Glenmont, New York.
Proyek-proyek itu juga turut dikembangkan untuk membantu aksesibilitas penyandang disabilitas.
Contohnya, proyek gelang pengindra saraf yang mendeteksi gerakan mikro dan menerjemahkannya menjadi klik mouse, tpo yang dapat dipakai yang dapat membaca data EG dan mengirimnya ke cloud untuk memberikan peringatan tentang kejang dan peringatan lainnya.
Putri Bos Microsoft Cuma Dapat Uang Jajan Rp 150 Ribu Per Minggu
Menjadi bos Microsoft yang punya banyak uang, tentu apapun bisa terjadi, termasuk memanjakan sang buah hati. Tapi, sudah pasti orang seperti Bill Gates tidak akan melakukan itu.
Hal tersebut terbukti dari Gates yang hanya memberi uang saku USD 6 hingga 11 atau hanya Rp 80 hingga 150 ribu per minggunya pad asang putri, Jennifer Gates, saat dirinya masih anak-anak.
"Biasanya aku mendapatkan USD 6-11 per minggu, tapi aku biasanya mendonasikannya atya menabungnya sebesar USD 2-3,'' tulis Jennifer.
Maklum Dengan Keputusan Ayahnya
Hal ini bisa dimaklumi oleh Jennifer karena ayahnya memang tidak ingin dirinya menjadi sombong karena kekayaan. Dirinya menambahkan, kalau anak-anak Gates terbiasa mandiri dan tidak mendapat apa yang diinginkan dengan mudah.
Sebelumnya, bos raksasa teknologi itu pernah mengatakan kalau dirinya tidak akan memberikan hartanya kepada anak-anaknya. Mereka memang masih akan mendapatkan jumlah uang yang sepatutnya, namun sebagian besar kekayaan akan disumbang untuk amal.
Gates dan istrinya, Melinda, kebetulan mendirikan yayasan Bill Gates dan Melinda Foundation, yang berfokus pada penyakit yang mewabah luas, kemiskinan dan kelaparan yang melanda orang-orang diseluruh dunia.
"Tidak baik meninggalkan harta yang banyak untuk anak-anak," ungkapnya pada This Morning/ "Hal itu hamya akan mencegah mereka untuk membuat nasib baik mereka sendiri,'' tutupnya.




