
Dota 2 terkenal punya skena esports yang sangat hidup, terutama sejak Valve mengambil alih publikasi dan pengembangan. Enggak hanya menyediakan turnamen besar dengan hadiah selangit, kopetisinya punya terasa dipenuhi oleh rivalitas yang sengit. Turnamen terakbarnya, The Internasional, telah digelar hampir 10 tahun. Banyak permainan berkelas dan penampilan pemain terbaik dari seluruh dunia.
Penasaran sama beberapa momen penting yang terekam di pertandingan kelas dunia Dota 2> Simak ulasannya berikut ini!
1. "The Play" Na'Vi di The International
Di dalam permainan Dota 2, momentum adalah segalanya. Tengok saja keberhasilan Natus Vincere membalikkan keadaan dengan sangat rapat. Permainan yang dikenal dengan sebutan "The Play" ini mengukuhkan Na'Vi sebagai raja kompetisi di tiga tahun pertama The Internasional.
Ketika melawan Invictus Gaming. Na'Vi tertangkap Song of the Siren milik Zhou hingga semua Hero terancam. Berkat kecermatan para pemainnya. Na'Vi bisa membalikkan keadaan dan membuat Invictus Gaming menjadi korban counter play yang sangat berilian. Dendi berhasil mencuri Ravage milik Tidehunter dan menghindar Blink Dagger saat terbangun membuat para Hero Invictus Gaming terjebak dan harus tersingkir.
2. "Cinderella Story" OG di The International 2018

Di tahun 2018, OG merasakan pahitnya konflik pemain yang menyebabkan kapten serta offlaner terbaik mereka harus pindah ke Evil Geniuses. Meski ditinggal pemain kunci, OG hanya butuh tiga bulan memantapkan permainan mereka dan comeback dari keterpurukan komposisi pemain.
Siapa sangka OG justru mampu mempertaruhkan segalanya dan tampil ke babak final berhadapan dengan lawan kuat PSG.LGD yang tampil dominan di sepanjang tahun. Mereka mampu mencuri kemenangan di babak Upper Bracket Final dan kembali menantang Ame dan kawan-kawan hingga ke babak lima di partai final TI ke delapan. Berkat draft unik serta permainan terbaik dari Ana, Topson, dan Jerax, OG membuktikan kalau apapun bisa terjadi di The International.
3. "Roshan Bait", Strategi Paling Unik Milik NoTidehunter
Jika Strategi paling unik dan berisiko, NoTidehunter ernah mencobanya dan berhasil membuat banyak orang melirik permainan unik semacam ini. Tim yang beranggotakan legenda semacam Eternal Ency, LodA, dan S4 ini menjebak Evil Geniuses untuk menandatangani Roshan Pit di menit sebelum pertandingan dimulai.
Admiral Bulldog yang bermain sebagai Nature Prophet berpura-pura mati didekat Roshan sehingga Evil Geniuses mencurigai kalau NoTidehunteer sedang mengalahkan Roshan. Empt permainan lainnya ternyata menjebak posisi para pemain Evil Geniuses dengan bersembunyi di wilayah mereka.
Ketika para pemain EG terlihat masuk ke daerah Roshan, sontak keempat pemain lainnya bisa membunuh dua ero yang kehilangan momentum. Wajar kalau TobiWan mengatakan "No one has ever done than in the history of Dota!" karena stratei iseng ini ternyata berhasil dipakai untuk menjebak tim sekelas Evil Geniuses.
4. Epic Comeback Evil Geniuses di The International 2016

Istilah "comeback" merupakan sebutan penting yang disematkan kepada tim yang mampu membalikkan keadaan. Meski unggul sangat jauh, nyatanya tim yang sedang berada di atas angin bisa saja membuat kesalahan fatal dan kalah di detik-detik penting. Meskiun berhasil menghancurkan barrack dan mendapatkan Mega Creeps, semua enggak menjamin kemenangan.
Keberhasilan Evil Geniuses untuk mengalahkan EHOME pada babak ketiga di ajang The International 2016 membuktikan kalau bertahan hingga detik terakhir adalah kunci kemenagnan. Meski tertinggal jauh hingga 20 ribu gold, Evil Genuises mempertahankan markasnya hingga ke detik terakhir.
Dengan membeli Dagon, tiga pemain dari Evil Geniuses berhasil membantai para pemain EHOME yang muncul satu persatu dan enggak mampu kembali setelah Buyback mereka terpakai. Penyesuaian item di detik-detik terakhir ini berlangsung sangat dramatis dan membuat game menjadi sangat panas. Universe yang kebetulan memakai Faceless Void juga membuat permainan yang sangat baik apik dengan menangkap Hero musuh hinga menggulirkan kemenangan penting EG di babak tersebut.
5. Tekanan Tanpa Henti Alliance
Di tahun 2013, Natus Vincere menghadapi lawan tangguh Alliance yang jadi raksasa Eropa tak terkalahkan. Bertemu di beberapa pertandingan besar, Alliance membuktikan kalau mereka jadi kandidat cukup kuat yang bakal mengklaim Aegis of the Champion pertama di ajangThe Internatonal 2013. Permainan mereka bisa dibilang punya fase yang sangat cepat dan membuat lawannya panik bukan kepalang.
Tengok saja keberhasilan mereka menjuarai pertandingan online EMS ditahun 2013 yang membuatnya terkesan tanpa kompetisi. Ketika berhadapan dengan Infernity, Alliance memakai lima Hero yang punya daya tekan sangat besar seperti Leshrac, Pugna, dan Nature Prophet. Mereka bertahan dengan terus menekan dan membantai Her yang berani keluar dari dekat Tower. Sontak hanya dibutuhkan sepuluh menit saja untuk Alliance bisa merangsek ke markas milik Infernity dan mengklaim kemenangan mereka.




