Sukses menghadirkan Apex Legends di platform PC tidak membuat EA merasa puas. Pasalnya, pada acara EA Play Live ada beberaa pengumuman penting yang dibahas salah satunya adalah rencana pembuatan Apex Legends Mobile. Tentunya kabar ini menarik perhatian, soalnya rencana ini sebenarnya telah dibahas pada bulan Mei tahun lalu oleh CEO dari EA, yaitu Andrew Wilson dan akhirnya diangkat kembali tahun ini.
Lebih dari setahun rencana ini tenggelam begitu saja tanpa adanya perkembangan, akhirnya berita ini kembali diangkat pada ajang EA Play Live. Sang CEO mengungkapkan banyaknya rencana EA di tahun ini, dari perilisan Plant vs Zombie 3 hingga yang paling dinnati adalah soft launch Apex Legends di platform Mobile pada akhir tahun 2020.
Soft launch yang dimaksud adalah, Apex Legends akan hadir di Mobile sementara waktu saja untuk melihat bagaimana respons para pemai. Jika nantinya banyak yang antusias terhadap game ini, idak menutup kemungkinan bahwa EA akan secara permanen memindahkan gmae Apex Legends dari PC ke Mobile.
Here it is. EA CEO talks about bringing Apex Legends to iOS & Android globally by the end of this year. Follow @ApexLatest for more exclusives.#apexlegendsmobile @EA @EAMobile @Respawn @apex_intel @TitanfallBlog @TencentGames @ZhugeEX pic.twitter.com/zIMhDEIwaH— Apex Legends Mobile Latest Leaks (@ApexLatest) June 22, 2020
Selain itu, Wilson jua membahas soal cross platform untuk gamenya ini. Pasalnya, mereka juga berencana menghadirkan Apex Legends untuk Nintendo Switch. Sayangnya, masih butuh pengembangan lebih lanjut agar para pemain PC dan Nintendo mendapat keseruan yang sama.
Terkait rencana penghadiran Apex Legends juga belum dapat dikonfirmasi kapan tanggal dan bulan pastinya. Namun, munculnya rencana ini membawa angin segar bagi para gamer Mobile apalagi di Asia Tenggara. Pasalnya, data dari Newzoo mengatakan bahwa pasar Asia Tenggara untuk mobile game sangat tinggi, bahkan mencapai 4,3 miliar dolar Amerika dan terus meningkat 17,4% di tahun 2020.
Bisa saja kehadiran Apex Legends di Mobile bisa kembali membawa hype game ini yang telah lama surut. Jika sedikit kilas balik pada masa perilisannya, game ini dimainkan lebih dari 10 juta orang dalam waktu tiga hari. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul banyak saingan yang hadir mewarnai genre FPS, seperti Valorant.