Atlet Olahraga yang Melebarkan Sayap ke Skena Esports

Atlet Olahraga yang Melebarkan Sayap ke Skena Esports

Pesatnya perkembangan esports ternyata mampu menarik perhatian khalak banyak. Salah satunya adalah mereka yang bergelut didunia olahraga konvensional. Para atlet olehraga yang punya karier profesional di bidangnya masing-masing ini ternyata punya ketertarikan tersendiri pada industri esports.

Ada yang terjun ke esports sebagai investor tim, pendiri tim esports, bahkan ada juga yang terjun langsung sebagai pemain dan berkompetisi di dalam sebuah turnamen esports. Kira-kira, siapa saja mereka? Kalau penasaran langsung simak artikel berikut ini.

1. Shaquile O’Neal

Via Istimewa
Salah satu legenda NBA dunia ini ternyata tidak hanya berkutat di dunia per-basket-an saja setelah pensiun. Pasalnya, pemain yang telah mencetak 28.596 poin sepanjang kariernya ini juga tengah melirik ranah esports. Setelah melepas masa aktifnya di jagat NBA pada tahun 2011, lima tahun kemudian dirinya menjadi salah satu investor untuk tim NRG Esports.

Ternyata, dirinya pun tidak sendiri dalam mendanai tim tersebut. Ada dua ama atlet profesional Baseball asal Amerika lain yang ikut serta  dalam pendanaan tim esports NRG, mereka adalah Alex Rodriguez dan Jimmy Rollins.

Selain itu, O'Neal juga menjadi seorang analis di sebuah acara televisi yang menanyakan pertandingan esports di turnamen ELEAGUE. Meskipun baru terbilang baru di esports, ternyata O'Neal punya pengetahuan yang cukup mumpuni untuk beberapa game esports seperti League of Legends dan CS:GO.

2. Stephen Curry

Stephen Curry
Salah satu pemain mega bintang di NBA, yaitu Stephen Curry juga punya sepak terjang di ranah esports. Alih-alih mengikuti jejak sang senior, O'Neal, Curry juga menjadi salah satu investor di tim TSM. Sebuah investasi bernilai 37 juta dollar Amerika tersebut juga menggaet beberapa pihak lain, seperti Jerry Yang (salah satu pendiri Yahoo).

Sebagai debut perdana di esports, Stephen Curry pun menyalakan kegembiraannya di akun Twitter resmi miliknya. Ternyata, aktifitas pendanaan ini juga telah digeluti oleh Curry beberapa tahun belakangan setelah mendapat kontrak senilai 201 juta dolar Amerika. Sejauh ini, ada beberapa perusahaan yang telah didanai olehnya, salah satunya adalah Pinterest.

3. Rick Fox

Via Istimewa
Masih dari ranah pebasket profesional, Rick Fox juga masuk ke dalam jajaran atlet profesional yang terjun ke skene esports. Mantan atlet dari tim Celtics dan Lakers ini membeli sebuah tim esports, yaitu Gravity Gaming. Sebagai pemilik tim yang baru, Fox mengubah nama tim tersebut dan menyematkan nama belakangnya, menjadi Echo Fox.

Alwaynya, tim ini hanya bekutat di kompetisi game League of Legends, kemudian mulai melebarkan sayap ke CS:GO, Call of Duty, Super Smas Bros, dan Street Fighter V. Akan tetapi, karena adanya masalah internal yang menyangkut para petinggi di Echo Fox, akhirnya pada tahun 2019 tim ini dibubarkan.

4. Rodger Saffold

Via Istimewa
Sedikit bergeser ke American Football, seorang gelandang serang dari tim Los Angeles Rams, yaitu Rodger Saffold juga akhirnya memilih untuk melebarkan sayap di industri esports. Pada tahun 2014, dirinya membentuk sebuah tim bernama Rise Nation.

Dalam kurun waktu empat tahun tim ini terbilang rajin meraih gelar juara, seperti CWL Atlanta Open 2018. Bahkan mereka juga sudah malang melintang di ranah esports, mereka juga sering menjadi lawan kuat bagi competitor besar seperti Optic Gaming dan Evil Geniuses.

5. Giannis Antetokounmpo

Dalam turnamen PMCO Gloal Finals, Tencent selaku penyelenggara tidak hanya memboyong para tim dan atlet esports profesional untuk bertanding. Dalam turnamen tersebut, beberapa nama tersohor di bidang lain juga ikut bertanding, salah satunya adalah Giannis Antetokounmpo.

Salah satu punggawa dari tim Milwaukee Bucks ini terpilih untuk bertanding di PMCO Global Finals setelah melewati fase voting yang dilalukan oleh Tencent. Meskipun belum bisa meraih gelar juara di turnamen tersebut, tapi partisipasi Giannis dalam turnamen esports patut diacungi jempol, ternyata dirinya punya kemampuan yang tidak bisa diremehkan.

6. Eric Berry

Via Istimewa
Salah satu pemain lini belakang dari tim footbal Kansas Chief ini ternyata tidak hanya gahar di lapangan hijau. Pada ajang Madden Bowl 22 2016, dirinya berhasil merengkuh gelar juara setelah mengalahkan Jordan Reed di partai final dengan skor 24-17. Uniknya, pada turnamen tersebut, dirinya menggunakan salah satu tim rival dari Kansas Chief, yaitu Buffalo Bills.

Dari turnamen ini, kualitas seorang Eric Berry seabgai penggiat American football sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Selain berprestasi di Kansas Chief, dirinya juga punya kemampuan luar biasa di skena kompetitif esports.

7. Gordon Hayward

Atlet basket profesional dari tim Boston Celtic ini ternyata pernah mengikuti sebuah kejuaraan Starcraft II pada ajang IGN League 2011. Pada saat itu, dirinya masih menjadi penyerang dari tim Jazz Utah. Pada masa libur liga, dirinya mengikuti ajang tersebut dan berkompetisi dengan 256 pesaing untuk memperebutkan total hadiah sebesar 100 ribu dolar Amerika.

Ketika diwawancara oleh ESPN, ternyata dirinya mengaku bahwa video game merupakan salah satu kegemarannya sejak kecil. Di usia remaja, dirinya mulai menggemari game Starcraft II dan akhirnya jiwa kompetitifnya di ranah esports tersalurkan lewat turnamen IGN League 2011. Meskipun tidak jadi juara, Hayward bisa membuktikan bahwa selain tampil maksimal di NBA, dirinya juga punya kualitas di skena esports.